Simple Queue Mikrotik Schedule
Rabu, 31 Maret 2010
Beberapa hari yang lalu abis setting RT/RW NET Punya kampung sebelah, yang intinya pengen nambah banwidth clientnya kalo pas malem hari ( kebetulan dia pake simple queue ). Katanya Biar ClientNya tambah Seneng :) dan puas puas ( Client Puas dia lemas ) kekekeke . Sebenarnya banyak Sekali Artikel yang menulis tentang hal itu, tapi gpp sekalian untuk nambahin isi blogku yang lama gak ke update. wehhehe
OK, siap…!?
Ingat!!.. Semua settingan yang saya buat pake winbox. wenak tenan.. klak klik klak klik hehehe
Petama yang kita lakuakan adalah membuat Schedule yang tak kasih nama QUEUEUP
masuk di menu :
/ system scheduler
Tambahkan skedul baru dengan Setting :
Name = QUEUEUP
Start date : Jan/01/2009
Strat Time : 00:05:00
Interval : 1d 00:00:00
On Event : UPQUEUEMALEM
Pada isian On Event yang telah diisi nama script UPQUEUEMALEM yang akan kita buat nantinya.
Langkah selanjutnya adalah membuat Script dengan nama UPQUEUEMALEM melalui menu
/ system script
isikan pada text area :
name : UPQUEUEMALEM
source :
/queue simple set [find name="192.168.1.1"] max-limit=384000/256000
/queue simple set [find name="192.168.1.2"] max-limit=384000/256000
/queue simple set [find name="192.168.1.3"] max-limit=384000/256000
saya pake [find name=""] biar enggak lupa kalo nanti bikin skedul selain queue yang mempunyai fasilitas comment. nantinya bisa menggunakan script > set [find comment="NamaComment"]
384000/256000 maksudnya adalah 384000 Upload / 256000 Download
kalo sedikit diterjemahkan maksud dari schedul QUEUEUP tersebut adalah system schedule nya akan jalan pertama kali pada tanggal Jan/01/2009 jam 00:05:00 dan akan diulang setiap harinya pada jam yang sama untuk meng ekskusi script UPQUEUEMALEM
untuk mengembalikan pada posisi normal buat scrip dan scedul baru dengan waktu yang kita inginkan.
By http://maone032.wordpress.com/
Diposting olehjok3r di 20.30 0 komentar
Manipulasi ToS ICMP dan DNS MikroTik Router
#Maksud dan Tujuan :
- Memperkecil delay ping dari sisi Client ke arah Internet.
- Mempercepat resolving hostname ke ip address.
# Manipulasi ICMP Packet :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.202.0/28 protocol=icmp action=mark-connection new-connection-mark=ICMP-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=ICMP-CM action=mark-packet new-packet-mark=ICMP-PM passthrough=yes > ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=ICMP-PM action=change-tos new-tos=min-delay
# Manipulasi untuk DNS Resolving :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.202.0/28 protocol=tcp dst-port=53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.202.0/28 protocol=udp dst-port=53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes >
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=DNS-CM action=mark-packet new-packet-mark=DNS-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=DNS-PM action=change-tos new-tos=min-delay
By http://maone032.wordpress.com/
Diposting olehjok3r di 20.28 0 komentar
Queue Burst Mikrotik
Burst Mikrotik
Max-limit
adalah batasan maksimal bandwidth yang dapat dikonsumsi oleh komputer yang dikenakan limitasi.
Burst-limit
adalah batasan maksimal bandwidth yang dapat dikonsumsi dalam waktu yang singkat yang ditentukan dengan busrt-time.
Burst-Thres
adalah pemicu atau trigger atau titik pembalik atau batasan bandwidth riil yang diterima sebagai pembatas burst-limit.
contoh berikut ini memberikan batasan bandwidth kepada komputer :
Max-limit=64k
Burst-limit=128k
Burst-Thres=48k
Burst-Time=2
dari gambaran tersebut dapat diberikan gambaran adalah client memperoleh bandwidth 128kbps selama traffic riilnya belum mencapai 48kbps, jika dia sudah mencapai traffic riilnya maka secara otomatis bandwidth yang dia dapatkan akan berangsur-angsur turun menuju 64 kbps. Skenario seperti ini sering diterapkan oleh beberapa ISP yang menawarkan bandwidth yang burstable, atau warnet yang lebih mengutamakan klien yang browsing daripada klien yang melakukan download.
Dengan menggunakan konfigurasi seperti itu sering kali klien yang browsing akan mereka cepat karena mereka sering kali mendapatkan 128 kbps sedangkan jika mereka mulai melakukan download data dari internet maka jatah koneksi mereka akan turun menjadi 64 kbps. Orang sering kali ingin menggunakan system seperti ini namun mereka mengalami kesulitan untuk menentukan parameter-parameter yang tepat untuk konfigurasi mereka. Dengan konfigurasi yang kurang tepat sering kali klien mereka akan mendapatkan bandwidth yang lebih besar dari max-limit kita, atau bahkan jauh dari angka max-limit, lalu bagaimana cara mengisikan parameter tersebut supaya tepat? Berikut ini akan diberikan rumusan yang belum tentu tepat, namun sudah cukup membantu.
Limit-at =
Max-limit =
Burst-limit = < 4 x Max-limit
Burst-Thres = ¾ x Max-limit
Burst-time = < 12 s
Namun rumus tersebut tidak bersifat mati, harus anda sesuaikan dengan keadaan jaringan anda, tapi anda juga dapat menjadikan rumus tersebut sebagai acuan dalam membagi bandwidth anda.Demikian sedikit ulasan saya semoga dapat bermanfaat, saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan, dan kekurang tepatan perhitungan.
By http://maone032.wordpress.com/
Diposting olehjok3r di 20.22 0 komentar

